Home / Literatur / Minangkabau Timur Pada Abad VII – XIV

Minangkabau Timur Pada Abad VII – XIV

Istilah Minangkabau Timur dipinjam dari istilah yang dikemukakan oleh Drs. M. D. Mansoer dkk, dalam bukunya, Sejarah Minangkabau, dikatakannya Minangkabau mengalami dua periode, yaitu periode Minangkabau Timur yang berlangsung antara abad ketujuh sampai kira-kira tahun 1350 dan periode Minangkabau Pagaruyung antara tahun 1347-1809.

Dikatakannya, bahwa kerajaan-kerajaan lama, pusat perdagangan lada, pusat perekonomian, politik dan budaya yang pertama timbul dan berkembang di Minangkabau adalah di lembah aliran Batang Hari dan Sungai Dareh. Daerah itu berkembang pada abad ke tujuh sampai pertengahan abad keempat belas.

Secara geografis memang pantai timur pulau Sumatera lebih memungkinkan untuk dilayari oleh kapal-kapal dagang yang dapat berlayar sampai masuk jauh kepedalaman. Daerah pantai Sumatera Timur ini pulalah yangdahulu didatangi oleh nenek moyang orang Minangkabau yang berlayar sampai ke daerah Mahat di Kabupaten Lima Puluh Kota sebelah Utara. Pedagang-pedagang Islam yang mula-mula ke Minangkabau juga melalui daerah ini, sehingga perdagangan diwaktu periode Minangkabau ini menjadi sangat ramai sekali, bukan itu saja, Islam pertama pun masuk dari sini, baik yang dibawa oleh pedagang-pedagang dari Arab sendiri, maupun yang dibawa oleh pedagang-pedagang dari Persia, Hindustan, Cina, India dan lain-lain.

Pada permulaan abad Masehi perpindahan bangsa-bangsa dari utara ke selatan telah berakhir. Mereka telah menetap di sepanjang pantai kepulauan Nusantara. Setelah mereka menempati kepulauan Nusantara dan hidup secara terpisah, akhirnya karena lingkungan alam kehidupan bahasa yang mereka pergunakan pun mengalami perubahan seperti yang kita kenal sekarang dengan suku-suku bangsa Minangkabau, Jawa, Bugis, Madura, Sunda, Bali dan lain-lain.

Pada zaman purbakala, di Asia terdapat dua jalan perdagangan yang ramai antara Barat dan Timur, yaitu melalui darat dan laut, jalan yang melalui darat disebut jalan Sutera, mulai dari daratan Cina melalui Asia Tengah sampai ke Laut Tengah. Perhubungan darat ini sudah mulai semenjak abad kelima sebelum Masehi. Waktu dimulainya perpindahan bangsa Melayu Muda ke arah selatan. Perhubungan darat ini terutama menghubungkan antara Cina dengan Benua Eropah (Romawi) diwaktu itu dibawah raja Iskandar Zulkarnain dan selanjutnya dengan menyinggahi daerah sepanjang perjalanan seperti India, Persia dan lain-lain.

Perhubungan laut ialah dari Cina dan Indonesia melalui selat Malaka terus ke Teluk Persia dan Laut Tengah. Perhubungan laut ini menjadi sangat ramai pada awal abad pertama Masehi, karena jalan darat mulai tidak aman lagi. Sejak waktu itulah daerah-daerah di Pantai Timur Sumatera dan Pantai Utara Jawa menjadi daerah perhubungan antara perdagangan Arab, India dan Cina. Keadaan ini memungkinkan pedagang-pedagang Indonesia, termasuk di dalamnya pedagang-pedagang Minangkabau ikut aktif berdagang.

Dengan aktifnya pedagang-pedagang Minangkabau dalam perdagangan dengan India, maka terbuka pulalah perhubungan antara kebudayaannya. Dari sini dapat kita lihat masuknya pengaruh Hindu ke Minangkabau melalui daerah pantai timur pulau Sumatera. Dalam abad kedua setelah Indonesia mempunyai perhubungan dengan India dan selama enam abad berturut-turut pengaruh Hindu di Indonesia besar sekali.

Jadi karena keadaan, pedagang-pedagang Minangkabau ikut terlibat dalam kancah lalu lintas perdagangan yang ramai di Asia. Keadaan itu pulalah yang menyebabkan Minangkabau di daerah aslinya sendiri yang jauh terletak di pedalaman.

Karena selat Malaka sangat ramai dilalui oleh kapal-kapal dagang dari Cina dan India maka salah satu bandar diselat itu bertumbuh dengan pesatnya sehingga akhirnya umbuh menjadi kerajaan Melayu. Kerajaan Melayu ini menurut para ahli berpusat di daerah Jambi yang sekarang dan diperkirakan berdirinya pada awal abad ketujuh Masehi. Nama Melayu pertama kalinya muncul dalam cerita Cina. Dalam buku Tseh Fu-ji Kwei diterangkan bahwa pada tahun 664 dan 665 kerajaan Melayu mengirimkan utusan kenegeri Cina untuk mempersembahkan hasilnya pada raja Cina. Pada waktu itu daerah Minangkabau merupakan daerah penghasil merica yang utama di dunia.

Rupanya Minangkabau Timur tidak lama memegang peranan dalam perdagangan di Selat Malaka, kareana sesudah muncul kerajaan Melayu dan kemudian sesudah kerajaan Melayu jatuh di bawah kekuasaan Sriwijaya, Minangkabau Timur menjadi bahagian dari kerajan Sriwijaya.

Dengan berdirinya kerajaan Melayu dan kerajaan Sriwijaya kelihatan peranan Minangkabau Timur tidak ada lagi, karena berita-berita dari Cina hanya ada menyebut tentang Melayu dan Sriwijaya saja.

Dalam satu buku yang disusun oleh It-Tsing dapat kita ketahui bahwa dalam tahun 690 Masehi, Sriwijaya meluaskan daerah kekuasaannya dan kerajaan Melayu dapat ditaklukannya sebelum tahun 692 Masehi.

Kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan pantai, negara perniagaan dan perdagangan internasional dari Asia Timur ke Asia Barat. Selama lebih kurang enam abad kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan utama di daerah nusantara waktu itu. Namun sementara itu di Jawa mulai timbul kerajaan-kerajaan baru yang lama-kelamaan menjadi saingan utama dari kerajaan Sriwijawa dalam merebut hegemoni perdagangan di wilayah nusantara yang menyebabkan lemahnya Sriwijaya.

Dalam hal ini lawan kerajaan Sriwijaya yang utama adalah kerajaan Kediri di Jawa Timur dan Kerajaan Colamandala di India selatan. Dari kelemahan Sriwijaya itu, rupanya kerajaan Melayu dapat melepaskan diri dari Sriwijaya dan dapat memperkuat diri kembali dengan memindahkan ibu kota kerajaan ke daerah hulu Sungai Batang Hari. Kerajaannya dinamakan dengan Darmasraya. Hal ini dapat diketahui dari prasasti Padang Candi tahun 1286 yang terdapat di Sungai Langsat Si Guntur dekat Sungai Dareh dalam Propinsi Sumatera Barat sekarang.

Pada tahun 1275, Raja Kertanegara dari kerajaan Singosari (kerajaan yang menggantikan kekuasaan Kediri di Jawa Timur) mengirimkan suatu ekspedisi militer ke Sumatera dalam rangka melemahkan kekuasaan Sriwijaya dan memperluas pengaruhnya di Nusantara. Ekspedisi ini dikenal dalam sejarah Indonesia dengan nama ekspedisi Pamalayu.

Sebagai hasil dari ekspedisi itu, maka Kertanegara pada tahun 1286 mengirimkan acara Amogapasa ke Sumatera sebagai hadiah untuk raja dan rakyat kerajaan Melayu. Dengan kejadian ini dapat diartikan, bahwa semenjak peristiwa itu kerajaan Melayu sudah mengikuti kerajaan Singosari dan menjadi daerah tumpuan untuk menghadapi kemungkinan serangan dari negeri Cina akibat peristiwa penghinaan terhadap utusan Cina sebelumnya.

Sumber:

http://palantaminang.wordpress.com/sejarah-alam-minangkabau/alam/

About minangheritage

Minangkabau Heritage adalah sebuah gerakan konservasi Warisan Budaya Minangkabau yang berangkat dari kesadaran akan perlunya portal open data dengan sumber terbuka yang bertemakan Kebudayaan Minangkabau. Proyek ini diselenggarakan secara gotong royong baik dari sisi teknis, penyuntingan naskah dan pelbagai kegiatan lainnya. Saat ini ada 3 Sub Tema besar yang sedang dikerjakan yaitu : Sejarah Minangkabau, Budaya Minangkabau, Warisan Minangkabau. Ingin berpartisipasi ? Silahkan kirim file, naskah, dokumen anda melalui menu yang tersedia atau kiri email beserta lampiranya ke [email protected]

Check Also

Pauh: Nagari Angin

Tidak banyak informasi mengenai Pauh yang saat sekarang merupakan bagian wilayah kecamatan dari kota Padang. …

2 comments

  1. Asslm.Wr.Wb.

    Saya menyimak mengenai sejarah Minangkabau, selintas menggugah semangat membaca kembali sejarah masa lalu.

    Bila kita perhatikan budaya erat dengan ekonomi dan transportasi.
    Budaya diwakili dengan tulisan, arsitek bangunan, sistem pengairan, sistem pertanian, sistem drainase dan jalan.

    Ekonomi diwakili dengan uang emas, dinar (romawi disertai gambar kaisar), dinar (islam tanpa gambar kaisar, diwakili kaligrafi dan ornamen tumbuhan)

    Transportasi laut menggunakan layar, transportasi sungai dengan dayung, transportasi darat menggunakan kuda dan pedati beroda.

    Menyimak sumber literatur banyak berasal dari bahasa latin (Arkeologi dan antropologi Belanda) dikumpulkan dari kaum adat dari bahasa sansekerta dan pallawa India.

    Perlu perhatian koleksi cetakan uang emas berkaligrafi Islam dari Sumatra Tengah. Sumatra Tengah merupakan tambang emas bangsa India, mungkin pula hingga Persia dan Romawi.

    Koleksi batu bersurat berbahasa arab melayu, Bahasa Jawi.

    Bila menyimak Batu Bersurat Trengganu 1303 M dalam bahasa Jawi
    http://ms.wikipedia.org/wiki/Batu_Bersurat_Terengganu

    Malaysia dan Sumatra Tengah bertetangga, tampaknya telah terbentuk negara berdaulat, mempunyai aturan dan hukum mengikuti hukum Islam di Sumatra Tengah. Namun penindasan kolonial menekan hukum islam dan menggandeng kaum adat serta pelaksanaan hukum adat, agar mudah dikontrol dari pusat Batavia untuk eksplorasi emas di wilayah tersebut.

    Semoga lebih banyak literatur berbahasa Jawi diketemukan di Sumatra Tengah.

    Wallahu Alam B.
    Wass.Wr.Wb. Semoga berguna.

    AUGI JD

  2. udin riau-siak rokan

    asslkm.ooo..ya..
    disini saya sedikit kasi masukan pado sedaro..bahwa..minangkabau timur itu adalah kerajaan melayu itu sendiri, bukan kerajaan melayu yang mengalahkan minangkabau timur.catatn kuno jga tidak ada, sementara catatan kerajaan melayu itu sendiri sudah banyak ditemukan, selain itu kami daripado keturunan datok limo puluh di kesultanan siak, mengakui perjalanan para pembesar dari kerajaan melayu, ke pagarruyung dan selanjutnya turun kembali ke pesisir timur.didalam sistem kemelayuan tidak ada kita menggunakan marga, kita hanya menggunakan sistem pesukuan yaitu kelompok yang membentuk masyarakat di suatu daerah. Didalam kemelayuan kita hanya menggunakan lambang-lambang atau tanda rahasia, coba kita lihat struktur bahasa melayu pesisir, kemudia ke batang sungai, ulu sungai, dan pegunungan..maka akan ketemu perubahan bahasa yg jelas. ini bukti nyata, cobalah kita berjalan dari muara sungai..rokan,siak,kampar,inderagiri,batanghari,musi maka akan ketemu perubahan bahasa itu.kita juga bisa menebak dimana letak induk besar/pusat kerajaan yg besar.sedikit melenceng, hal serupa juga terjadi di semenanjung…semakin ke utara bahasa melayu(induk) akan semakin terjadi perubahan.jadi cikal bakal pagarryung memang dari kerajaan melayu itu sendiri…ada asumsi besar juga nih,,pak etek..berdirinya kerajaan pagaruyung hampir bersamaan dengan kerajaan melaka(sebelumnya tumasik), ini terjadi karena ada serangan kerajaan singosari dari tanah jawa yang menyebabkan kerajaan melayu pindah ke arah barat,, dan kerajaan sriwijaya berpindah ke semenanjung.mengenai adat minang itu adalah karena faktor dominanya agama hindu yg dianut oleh masyarakt minang.sistem adat minang ini sama yang dianut masyarakt melayu champa..di vietnam…yang kini banyak di kelantan dan patani..untuk sriwijaya agama yang dominan adalah agama budha..sehingga dua kerajaan ini pernah saling mempengaruhi dan menguasai..mengenai kelanjutan suku-2 bangsa yang lain seperti ras arya, dravida,,,itu suatu kewajaran karena kerajaan kita dulunya merupakan kerajaan dagang…ingat !!!bukti melayu itu pedagang hanya tersisa pada masyarakat melayu pagaruyung.kemudian suku diaspora melayu yang terkenal pedagang tangguh yaitu banjar, bugis…untuk melayu patani dan mindanao sebenarnya mereka juga pedagang tangguh,,tapi oleh karena kondisi yang kini kacau balau…dilema bangsa melayu…ayo kita benarkan swjarah dan cari selalu letak masalahnya…wassalm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *